Minggu, 10 April 2011

Beban

di sebuah perumahan yang ramai anak2, ada sebuah rumah yang dihuni oleh seorang anak lelaki beserta adik perempuannya, dan juga kedua orangtuanya. anak lelaki itu hidup normal layaknya anak2 yang lain, tetapi kehidupan normal itu tidak bertahan lama.. terjadi suatu masalah antara anak lelaki itu dan kedua orangtuanya.

malangnya anak lelaki itu hampir setiap saat dihantui oleh kesendiriannya. di rumahnya ia selalu murung. yang bisa membuatnya senang hanyalah teman2nya, guru2nya, dan adiknya yang untungnya baik hati..

dia akan kembali ceria apabila masalah antara dia dan kedua orangtuanya telah terselesaikan. tetapi bocah laki2 yang baru kelas 5 sd itu tidak bisa melakukan apa2. dia hanya bisa bertanya2 kepada dirinya, kapan orangtuanya akan berubah..

dia bertahan sampai 6 sd, dan terus bertahan dalam kesedihannya hingga 3 smp. dia belajar suatu hal yang baru. dia belajar kemandirian. dia mulai terlihat ceria saat dia bermain bersama teman2nya. dan dia juga mulai terlihat ceria bila bertemu guru yang ia senangi. nilainya meningkat.

dia menyukai pelajaran matematika. gurunya dekat dengannya, sehingga sangat perhatian kepadanya. dia percaya kepada gurunya, sehingga menceritakan semua beban kesedihan yang ditanggungnya. dia menitikkan air mata dan mulai menangis..

setelah anak itu selesai menceritakan semuanya, gurunya memberi nasihat kepadanya. anak itu mendengarkan dengan saksama. mereka berbincang2 sangat lama, sehingga tidak terasa waktu pulang tiba. anak itu pun mengucapkan terimakasih kepada gurunya, dan melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat tinggal. dan, dia pulang bersama teman2nya.

tanpa sepengetahuan anak itu, ternyata guru tersebut adalah teman baik ibunya.

beberapa hari kemudian, guru itu mengajak si ibu pergi dengannya berdua. lalu, guru itupun menceritakan kepada ibu si anak itu semua yang anak itu ceritakan kepadanya. apa yang anak itu rasakan, dan seberapa pedih hati sang anak ketika orangtuanya tidak peduli kepadanya. mendengar cerita guru itu, ibunya menangis, dia menyesal.. sang ibu lalu menceritakan kepada ayah anak itu apa yang guru itu ceritakan..

sesampainya di rumah, mereka berdua (orangtua anak itu) sepakat untuk memulai hidup yang normal kembali.. bersama anaknya..
lantas, anak itupun menangis bahagia.. mendapatkan kembali kebahagiaannya.. mendapatkan kembali keluarganya yang menyayanginya..

~THE END~

Rabu, 02 Februari 2011

10 Cara Memilih Makanan Sehat

Siapa sih yang tak mau hidup sehat? Semua orang pasti ingin menjalani kehidupan sehat jasmani dan rohani. Menuju hidup sehat dapat ditempuh dengan banyak cara. Salah satunya lewat pola makan kita. Menurut para ahli, kunci jadi sehat adalah mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Singkatnya, kita bisa mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang tak hanya mengandung banyak kalori tapi kaya nutrisi. Berikut 10 tips yang dapat kita ikuti untuk mendapatkan makanan sehat, tapi juga masih terasa enak di lidah.


1. Konsumsi Makanan Yang Kaya Nutrisi.Dibutuhkan 40 jenis nutrisi untuk membuat tubuh kita tetap sehat. Dan satu jenis makanan saja tak bisa mencukupi asupan semua jenis ini. Pilihan makanan sehari-hari kita seharusnya mencakup karbohidrat dan produk padi-padian penuh lainnya,buah-buahan, sayuran, produk susu serta daging, ikan atau makanan yang mengandung protein lainnya. Seberapa banyak makanan yang perlu seharusnya kita makan tergantung dari kalori yang dibutuhkan tubuh kita.

2. Konsumsi Padi-Padian Penuh, Buah dan Sayuran. Survey menunjukkan kalau kebanyakan orang tak cukup mengkonsumsi jenis makanan ini. Apakah kita sudah menyantap 6-1 porsi nasi atau sereal, apakah 3 porsi dari jenis yang kita makan ini termasuk padi-padian penuh? Apa kita sudah menyantap makanan yang terdiri dari 2-4 porsi buah dan 3-5 porsi sayuran? Jika kita termasuk yang tak menikmati jenis makanan ini sebelumnya, maka mulai saat ini beri kesempatan pada diri kita untuk mencicipinya.

3. Atur Berat Badan Seimbang. Berat badan yang sesuai untuk kita tergantung pada banyak faktor, termasuk jenis kelamin, tinggi badan, usia dan keturunan. Kelebihan berat berat badan membuat tekanan darah kita meningkat, menyebabkan sakit liver, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker atau penyakit lainnya. Tapi memiliki tubuh terlalu kurus juga bisa menyebabkan osteoporosis, ketidakseimbangan menstruasi dan masalah kesehatan lainnya. Jadi berat badan seimbang sangat mempengaruhi kesehatan.

4. Makan Dalam Ukuran Yang Layak. Jika kita mempertahankan ukuran porsi kita yang masuk akal, lebih mudah untuk menyantap makanan yang v inginkan supaya kita tetap sehat. Apa kita tahu rekomondasi makanan masak yang disajikan adalah 3 ons. Ukuran sedang buah-buahan adalah satu porsi dan satu cangkir pasta yang seimbang dua porsi, dan 4 porsi es krim.

5. Makan Secara Teratur. Melewatkan jam makan hanya akan membuat kontrol rasa lapar hilang, bahkan hasilnya malah jadi rasa lapar yang berlebihan. Saat kita merasa lapar, itu juga berarti kita melupakan soal nutrisi dalam makanan kita. Menyantap camilan di antara jam makan satu-satunya cara yang dapat membantu kita mengatasi rasa lapar, tapi jangan makan camilan berlebihan.

6.Kurangi, Bukan Membatasi Porsi Makan. Kebanyakan orang menyantap makanan untuk menyenangkan diri. Jika makanan favorit kita jenis yang tinggi lemak, garam atau gula, kunci untuk menjadikannya layak. Periksa terlebih dahulu kandungan dalam diet makanan kita dan ubahlah jika itu perlu. Bagi orang dewasa yang mengkonsumsi makanan tinggi lemak atau produk susu penuh dalam setiap makanan mereka, sebenarnya sudah menyantap terlalu banyak lemak. Manfaatkan daftar nutrisi dalam label makanan untuk membantu kita menyeimbangkan pilihan makanan.

7. Seimbangkan Pilihan Makanan Anda Setiap Saat. Tak semua makanan harus sempurna. Saat kita menyantap makanan tinggi lemak, garam atau gula, pilih yang bahan-bahannya paling rendah. Jika kita melewatkan kelompok makanan ini dalam sehari, perbaiki di hari berikutnya.

8. Mengetahui Kesulitan Program Diet Anda. Perbaiki kebiasaan makan kita, pertama kenali apa yang salah dengan pola makan kita. Tuliskan apapun yang kita makan dalam tiga hari, lalu periksa daftar tersebut dan cocokkan dengan tips ini. Apa kita terlalu banyak menyantap mentega, saus, krim atau salad? Dari pada menghilangkannya sama sekali, lebih baik kurangi porsi kita. Apa kita merasa tak puas dengan menyantap buah dan sayuran? Jika tidak, kita mungkin melewatkan nutrisi vital dalam makanan.

9. Buat Perubahan Secara Bertahap.Tak pernah ada 'makanan super' atau diet sehat yang mudah, jangan mengharapkan bisa langsung menghapus kebiasaan makan kita dalam semalam. Mulai lah melakukan perubahan setahap demi setahap hingga mencapai hasil positif, dan jadi kebiasaan pola makan sehat sepanjang hidup. Untuk lebih mudahnya, jika kita tak menyukai susu tanpa lemak, coba susu redah lemak. Pada akhirnya mungkin kita juga akan menyukai susu tanpa lemak.

10. Ingat, Makanan Bukan Sebuah Kebiasaan Buruk. Pilih makanan yang didasarkan pada pola makan total kita, bukan berdasarkan 'baik' atau 'buruk.' Jangan merasa bersalah jika kita menyukai makanan seperti pie, kripik kentang, cokelat atau es krim. Makan secara layak, dan pilih makanan lain yang dapat menyeimbangkan gizi kita dan beragam yang lain, yang baik untuk kesehatan kita. 

~ SEKIAAANN... :D ~

Sabtu, 29 Januari 2011

Keislaman

Ketika zaman mendekati akhir, manusia semakin tidak peduli dengan persoalan keimanannya (Q.S. 21:1). Oleh karena itu, ajaran-ajaran yang ada di dalam Al-Qur’an pun menjadi sesuatu hal yang harus dieksploitasi kembali untuk mengingatkan manusia agar tidak melupakan dan melaksanakannya secara lebih baik. Pendapat yang mengatakan bahwa budaya adalah sesuatu yang komprehensif, dapat mengambil tempat pada pengimplementasian nilai-nilai keislaman kepada umat manusia. Artinya, dalam mengimplementasikan persoalan-persoalan manusia, harus tidak memisahkan antara persoalan-persoalan dunia maupun persoalan-persoalan akhirat.


Persoalan politik, budaya, ekonomi, dan sosial saling terkait dan mempengaruhi dalam kehidupan manusia yang merupakan bagian dari sebuah ibadah yang menjadi bekal untuk kehidupan akhirat. Ini berarti bahwa, jika membicarakan salah satu persoalan di atas, persoalan lain akan mengambil peran untuk menyempurnakan persoalan pokok. Namun, ketika kita telah banyak berkecimpung dalam konsep-konsep non-Islam dalam memecahkan persoalan-persoalan keduniawian, maka haruslah secara sadar kita kembali membuka kitab-kitab yang mengatur persoalan-persolan keduniawian tersebut dalam pendekatan Islam tanpa ada keraguan (Q.S.2:2, 10:37, 11:110, 32:2, 42:7).

Dalam konteks inilah persoalan internalisasi nilai-nilai keislaman yang bersumber dari Al-Qur’an harus dilakukan secara intens. Sistem pengetahuan dan kepercayaan yang menjadi bagian dari kebudayaan harus dioptimalkan dalam melakukan internalisasi nilai-nilai keislaman tersebut. Masyarakat Islam harus diberi pemahaman tentang nilai-nilai keislaman bukan sesuatu hal yang baru, dan semua bersamaan kelahirannya ketika al-Qur’an diturunkan.


Pemahaman tentang ekonomi Islam harus dimulai dari sumber hukumnya. Dalam ekonomi Islam, sumber hukum dalam pembentukan asumsi-asumsi adalah Al-Qur’an dan hadist. Jika pada ekonomi –ekonomi orthodok dipengaruhi oleh latar belakang penulisnya, demikian juga halnya dengan ekonomi Islam yang dimulai dari aktivitas ekonomi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW ketika menyebarkan agama Islam di Makkah dan Madinah (Ira M.Lapidus, 2000), dan dilanjutkan dengan para sahabat-sahabatnya. Kemunculan ekonomi Islam bukan untuk melawan sebuah kondisi yang terbentuk oleh teori ekonomi lain, tetapi sebagai bagian integral dari pengamalan Islam itu sendiri, untuk membangun moral umatnya. Kemampuan Nabi Muhammad dalam menerjemahkan asumsi-asumsi yang dicanangkan al-Qur’an bukan sesuatu yang sulit, karena ia sendiri sebelum menerima wahyu tersebut adalah pedangang yang menjalankan bisnis dari modal yang diberikan oleh Siti Chadidjah, yang kelak menjadi istrinya, dan berhasil dengan baik dalam bisnis tersebut.


Kemajuan di bidang ekonomi Islam pada awal perkembangannya memicu kemajuan-kemajuan di bidang lain, terutama teknologi. Semua kemajuan-kemajuan tersebut diarahkan untuk memperkuat bidang ekonomi. Misalnya, penemuan teknologi kompas, dibutuhkan oleh saudagar-saudagar Islam dalam menentukan arah kiblat ketika mereka melakukan perjalanan bisnis di wilayah lain. Teropong dibutuhkan untuk menentukan awal Ramadhan, kertas ditemukan untuk digunakan sebagai pencatatan-pencatatan transaksi yang dilakukan dalam bisnis. 
Internalisasi nilai-nilai keislaman dalam bidang ekonomi tidak akan mengubah hukum-hukum yang berlaku di bidang ekonomi itu sendiri. Namun, beberapa fungsi sosio-ekonomi yang esensial diharapkan muncul, yaitu: 

(a) memberantas kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan; 
(b) menjaga stabilitas nilai uang secara riil; 
(c) menjamin keadilan sosial dan ekonomi melalui pemerataan pendapatan; 
(d) memelihara hukum dan ketertiban; 
(e) harmonisasi hubungan dan kerjasama internasional dan regional; (f) seperti halnya dalam kapitalisme, Islam juga mengakui kebebasan perusahaan dengan kepemilikan individu, sistem pasar, dan motif keuntungan (Mosad Zineldin, 1998).

Dalam kaitannya dengan perbankan syariah, banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang larangan riba yang mengisyaratkan perlunya transaksi yang menghindarinya. Di antaranya Q.S. (2:275): Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila…… Dengan dasar yang cukup kuat, internalisasi nilai-nilai keislaman dalam bidang ekonomi akan memperkuat internalisasi dalam bidang keuangan syariah. Dalam kerangka ini patut disimak konsep dasar dari Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank di Bangladesh, bahwa kredit adalah hak fundamental manusia, di mana setiap orang harus diberikan peluang secara adil untuk mengubah kondisi ekonominya. Kredit memiliki kapasitas untuk menciptakan usaha sendiri, yang dengan demikian meningkatkan pendapatan, dan mereka dapat menggunakan tambahan pendapatan ini untuk memuaskan hak dasar manusia lain untuk makanan, tempat tinggal, kesehatan dan pendidikan (Gibbons and Kassim, 1990).


Jika diperhatikan, daya dukung nasabah yang menginginkan murni syariah telah jenuh karena telah digarap oleh dua bank syariah yang besar. Peluang yang cukup besar berada pada posisi floating market dan murni konvensional, tentu saja sebagian besar dari mereka adalah umat muslim dan berada pada kantong-kantor organisasi-organisasi Islam, baik formal maupun non-formal. Intensitas internalisasi nilai-nilai keislaman dalam bidang perbankan merupakan strategi yang dapat dilakukan. Sasaran utamanya, tentu saja pada operasionalisasi perbankan itu sendiri. Konsep yang meniru perbankan konvensional, tentu saja, tidak dapat disalahkan karena beberapa hal, seperti sumberdaya bank syariah yang kebanyakan adalah orang-orang dari perbankan konvensional, di samping itu, konsep tersebut telah terbukti berhasil secara baik dan sangat menguntungkan ketika diterapkan di perbankan konvensional. Hasil dari penjiplakan tersebut, tidak akan menampakkan ciri dari perbankan syariah dan proses internalisasi, tentu saja, akan berjalan lamban.


Sistem keuangan Islam memiliki dimensi menyehatkan dan menstabilkan keuangan karena telah menjadi perintah syariah. Transaksi yang diharapkan dari kegiatan ini adalah bersifat produktif dan tidak membenarkan keterlibatan dalam hal-hal yang ilegal dan tidak etis. Prinsip ini menghindarkan orang dari potensi risiko tekanan keuangan yang dipicu oleh leverage yang berlebihan dan spekulasi kegiatan keuangan. Hal inilah yang menuntut internalisasi prinsip-prinsip syariah dalam transaksi keuangan Islam, dalam bentuk semangat dan substansi. Inilah yang melambangkan tujuan syariah dalam mempromosikan ekonomi dan keadilan sosial.